biotech dan hukum kristen


Kok malah makin pajago-jagohon ngubungin biotech dan kristen? Emang apa hubungannya? Yah kan kristen itu agama, jadinya sepantasnya ada hubungannya dengan etika. Dan etika itu mengatur kita untuk menghadapi banyak hal di dunia ini.

Ini sebenarnya bahasan dalam kuliah #anakdel #del09 tadi.

Biotech itu adalah teknilogi biologi (masa teknologi komputer). Nah yang dibahas di sana cukup banyak. Untuk post ini aku menyempitkannya jadi hanya modifikasi pada gen manusia untuk kesejahteraan.

Pastinya dalam kristiani ada hal yang mengatakan kalau kita jangan menentang kehendak Tuhan. kalau kehendak Tuhan kita berumur sekian, yah sekianlah. Nah dalam kenyataannya, manusia memiliki kemampuan untuk mengobati dan juga kemampuan untuk belajar. Manusia lalu mencoba menaikkan tingkat kesejahteraannya dengan membuat obat obatan. Obat ini lalu memperpanjang umur manusia. Secara alkitabiah, ini bisa melanggar dan mendukung. Memang kita melanggar kehendak Tuhan, namun tentunya kita juga harus mengusahakan kesejahteraan (bebas dari penyakit) dan juga mempertahankan kehidupan.

Bagaimana jika nantinya akan ada biotech yang memperbolehkan manusia untuk dimodifikasi gennya? Maka gen beberapa bakteri yang menguntungkan dikumpulkan. Lalu membuat manusia resist terhadap aids, suhu ekstrim, keasaman tinggi, dll. Akhirnya manusia baru pun terbentuk. Manusia yang resist dan lebih kuat.

Setelah itu muncul pertanyaan, “Jika memang itu terjadi, buikannya akan menyebabkan lebih banyak dosa pada manusia? Bukannya manusia jadi lebih mampu untuk melakukan dosa?” Ya memang. Tapi tujuan sebenarnya dari perlakuan bioteknologi itu bukan memperbolehkan mereka melakukan itu. Justru itu untuk generasi selanjutnya saja. Dengan generasi selanjutnya yang mampu bertahan, maka akan ada kemampuan moral baru pada manusia. Itu yang diharapkan untuk terjadi.

Kesimpulannya, yang ditunggu tunggu dari panjang ini, adalah “Memang bioteknologi itu membuat manusia terbebas dari penyakit dan meningkatkan kesejahteraan, namun pastinya bakal timbul kejahatan lebih banyak. Itu semua tergantung pada MORAL.”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Note: saya tidak atheis dan menyalahkan siapa pun. Ini hanya opini dan bisa salah bisa benar. Sesungguhnya ini adalah hasil debat panjang kami saat belajar Religion and Ethics di Politeknik Informatika Del.

Advertisements

Author: Aditya Yedija Situmeang

Developer, Lover, Christian, Omnomnomnivore, Gamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s