Hope


Well, kali ini aku posting pendapatku tentang sebuah harapan, mimpi, cita cita. Kalau memang di post ini aku berbicara seakan aku ini Tuhan, maaf. Kalau aku juga membawa nama orang, aku minta maaf. Kesamaan nama dan karakter itu ga sengaja, selain kalau memang orangnya sama.

Begini, apa yang diharapkan manusia? Hanya kebaikan bukan? Hidup mewah, barang barang yang bagus, sesuai trend, dan juga nikmat untuk dipandang orang lain jika ada pada kita. Well, kita manusia. Kita ga bisa bohong kalau tiap bermimpi kita mengharapkan yang baik.

Nah, kalian mungkin berkata, “Bagaimana dengan bunda Theresa (sorry maam if I write it wrong) ? Dia melakukan kebaikan di mana mana dan ga pernah mengharap yang bagus! Well, kalian tertipu. Dia mengharapkan yang bagus, kebaikan. Dia berharap kebaikan yang dia berikan akan bersinar pada dirinya. Dia berharap dengan dia melakukan kebaikan, sekitarnya akan berubah. Dia berharap, dia menjadi seorang pelayan Tuhan yang terbaik.

Itu juga dia mengharapkan yang bagus bagus kan di mimpinya. Nah, well, aku mungkin berkata bohong pada kalian. Tapi sekali ini percayalah. Tiga paragraf dan kalian belum percaya, well, bolehlah kalian mengganggap aku ini aneh. Tapi jika engga, keep reading!

Aku semalam bicara bicara sama ampara aku, Frans TR Siburian. Kami bicarain tentang kamera. Dan keluarlah kata kata dari dia,”Pra, pengen kali aku punya kamera dslr itu.” Nah, ketika aku mendengarnya, aku mulai memikirkan teori ini.

Premis pertama.
Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita sesuai dengan apa yang baik untuk kita. Tuhan akan memenuhinya tepat pada waktunya.
Gimana kita biar mendapatkan keinginan kita? Harusnya kita berpikir dahulu apakah memang hal yang kita ingini itu memang kita butuhkan? Lalu apa yang akan kita lakukan dengan hal yang kita inginkan itu setelah kita mendapatnya? Mungkin dengan kita memikirkan apa rencana baik yang akan kita lakukan dengannya setelah mendapatnya, dan tahu tujuan kita meminta itu, Tuhan bakal mengeset waktu yang tepat untuk kita mendapatnya.

Premis dua.
Kita ingin sesuatu namun dengan uang yang sedikit. Gimana kita bisa dapatkannya?
Well, maaf bagi kalian yang ga Kristen. Kami diajar untuk memberi terlebih dahulu dan menunjukkan kasih kepada semua orang. Apa yang terjadi ketika kita menunjukkan kasih? Tuhan bakalan balas kita. Ingat ayat ini “Apa yang kau lakukan pada saudara aku yang hina ini, kau melakukannya untukku.” Kita secara ga langsung melakukan kebaikan kepada Tuhan yang pastinya bakal dibayar.

Jadi, mau sampai kapan kita meminta yang kita tak tahu gunanya, yang kita tak tahu gimana berbuat baik dengannya?

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Author: Aditya Yedija Situmeang

Developer, Lover, Christian, Omnomnomnivore, Gamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s