yesterday


Ini bukan judul lagu atau sejenisnya yah. Aku emang suka sih lagu itu, tapi ini bukan liriknya, bukan judulnya, bukan kisah lagu itu.

Kemarin, hari yang ga berbeda dengan hari ini. Hari yang biasa dan aku hanya bermalas malasan. Menghibur diri dengan film, kadang pegang buku, seringan hidup dengan handphone. Makan saja aku kadang lupa. Sampai aku ketika menulis ini, yah jadi timbul perasaan laparnya. Hihihihi!

Kemarin aku berjumpa seorang gadis. Eh, perempuan aja lebih cocok. Ya, seorang perempuan yang bisa dibilang ga dekat sama aku. Tapi, aku harus akui dia pernah membuat saya terpesona. Cieeeeee! Ya, jelas karena waktu itu saya belum tahu bagaimana cara dia mengucapkan kata kata buruk.

Udah lama yah ga ketemu. Udah lama ga jumpa. Sebenarnya bisa aja sih aku mulai bicara dan minta maaf, namun, saya tidak mau jatuh ke perangkap. Hihihihihi!

Nah, dia itu kan kan kan kan….. Ga usah diceritainlah. Yang penting aku senang liat mukanya masi memesona aku, namun kata katanya masi membuat pening kepalaku. Aissh!

No offense, girl! Just an opinion. 🙂

Advertisements

Petualangan ke Air Terjun Dua Warna, Sibolangit


awalnya mikir dlu mau ke situ. buntutnya penuh penyesalan. sorry dlulah yah sama orang orang di sana. bukan mau nyinggung saya, tapi emang beginilah pendapat saya

tempatnya di sibolangit. air terjun dua warna namanya, katanya biru sama ijo (lumut). sebetulnya dengarnya juga curiga awak. namun apalah yah kan? namanya aku sama kawan kawan. kawan kawan aku ini juga yang buat perjalanan tambah aseek. nah apa yang buat nyesel? air terjunnya sama perjalanannya yang jelas.

kalo mau liat, ini dia hasilnya kalo sampe di air terjun.

kalo yang di bawah ini ekstranya :p

jadi apanya yang sial kalo gitu? cantiknya.

gini, pertama kali sampe kami itu punya ranger (pembimbing, bukan mobil) yang membimbing (masa menodong) jadi si ranger ini cerita punya cerita dua jam sampe ke air terjun. nah kami pun semangat jadinya. waktu jalan, alhasil kami mendapatkan “rendang” di kaki kami. apaan itu “rendang”? nah rendang di sana itu lumpur sangking joroknnya jadi warna itam sampe itam seitam itamnya sampe kaki aku pecah pecah dan warnanya itam pekat. selop ga terpakeklah. terpaksa kaki ayam karena sepatu ga bawa. kalo bawa juga sampahlah masukkan kaki ke “rendang” gitu. nah sialnya juga “rendang” ini ada sampe 3/4 jalan. itu dia yang ngajak kami panas.

Oe! kami ini siapa sekarang? oooh, “kami” di post ini mengacu pada sekelompok joker dan aku. kami ini satu gereja. kami juga ada yang ga sama. pertama aku jelasin dlu namanya. pertama itu pencetus ide ke air terjun tersebut, Daniel Angkat. terus ada juga bang Hans, Aditya (aku), Harry, juga Heru. nah karena kami masi diitung sepi, jadilah kami bersama teman teman si Daniel. kami satu group bersama ada sekelompok anak muda beserta wanita wanita yang bisa aku bilang baguslah (dan kristen ternyata).

BTT. habislah kaki kami jadi daging di “rendang” itu. sebenernya lucu, tapi begitulah. nextnya itu yah air terjunnya. apa juga yang bisa diliatdari ar terjunnya? biasa aja aku rasa. dua warna katanya, malah liati lumut aku. agak sial kali kurasa. udah airnya kea dari kulkas. buat kisut kulit aja. baru masuk udah kisut nih kulit. sialnya -___-” ga maksud ngehina sih. tapi maunya kalo emang bagus, yah katain baguslah. aku liatnya di web wow kali kan, ternyata mau jalan ke sana aja harus merelakan “rendang”.

selanjutnya yang paling mengerikan itu adalah kami harus pulang dengan rombongan yang sama. alhasil kami harus berjuang mati matian, kaya perang aja. padahal ini badan masi pengen kali di sana. yah namanya kami ada bawa anak sekolahan dan kami juga ga ada bawa peralatan berkemah, yah jadi gini nih. selanjutnya yang paling sial itu, karena kami bareng cewe, hasilnya kami harus melambatkan pergerakan kami. yah seperti waktu pergi tadi, kami lambat jadinya. apalagi cewenya mentel semua. emang sih lumayan, tapi kalo mau lambatin orang berarti dong maunya (yah minta maaf ato kasi untung dikit kek sama kami). nah nah nah, kami itu terpaksa setelah setengah perjalanan pulang bergelap gelapan di hutan. taulah jalan yang aku bilang penuh “rendang” itu. kami pun masi lanjutin dan akhirnya kami sampe di base jam 8 pak cing! kami di jalan 3 jam! liat tuh leletnya kami. padahal perginya 2 jam. silanya aku rasa. dan dan dan kami tetap ngerasa sebal banget. apalagi rencana setelah pulang untuk makan BPK gagal. oh sialnya!

waktu di jalan mau ke medan, kami kena jebak macet yang panjang abislah. jalanan jelek membuat semua kendaraan melambat. super macet lagi. juga joker kita bang tian harus ke kantor. itu dia yang buat kondisi panas abis. harry heru juga harus diantar karena yah emang harus diantar masa nginap. si daniel lagi pasang alibi untuk pulang. sila kali liat semuanya salah waktunya.

dan kami merencanakan ke sun (bukan matahari, tapi mall di medan) hari sabtu ini. ahahahah!

yang aku mau, harusnya beberapa fasilitas dibina juga itu. masa udah banyak segitu pengunjung masi susah binanya. yah apa boleh buat, aku emang gampang bicara, tapi kalo emang ada niat gampang juga bagi mereka untuk berbuat. juga saran aku kalau ada orang mau ke sana, janganlah sesudah hujan. maunya dua tiga hari panas baru pergi. nanti dapat “rendang” susah kita ini.

ini dia ramenya kalo libur

PS.

Pastinya aku bakalan balik lagi ke sini! Emang bukan petualangan, tapi tempatnya menarik untuk dikunjungi

Jobel


Jobel, tahun pembebasan. Yah, seperti biasa, saya ngepost tentang gereja lagi. Tiap minggu gini kan, tapi anehnya yang aku post ga kunjung masuk top search karena begitulah, orang lrbih milih liat yang lain. Okay…. So this is it. I will at least open your eyes. Not just for Christians, but for everyone.

Jobel itu adat orang Yahudi. Orang Israel dulunya mengenal tahun Jobel sebagai tahun ke-50. Tahun yang kudus yang dikhususkan untuk Tuhan. Nah, adanya tahun ini disebabkan pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir oleh Tuhan sesuai di Alkitab. Kalau berbeda persepsi, harap jangan marah. Persepsi ini saya gunakan untuk menyampaikan inti post ini.

Karena Tuhan terlebih dahulu membebaskan mereka, maka di tahun jobel tersebut diwajibkan pembebasan pada orang yang tertindas, yang ditekan disenangkan, yang dipenjara dibebaskan, yang dirampas miliknya ditebus. Itulah tahun pembebasan, tahun ke-50 setelah tujuh kali tahun sabat. Karena mereka telah mengalami pembebasan, makanya mereka haruslah memberikan pembebasan. Pembebasan untuk semua orang, ga hanya mereka mereka aja.

Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita mampu memberikan kebebasan pada semua orang, kepada orang yang kita tindas, menghapuskan utang-utang orang yang meminta pada kita, membebaskan orang dari perbudakan, dari perberhalaannya. Memang sangat susah kita melakukannya, tapi itu ga harus real banget untuk dilakukan.

Misalnya aja orang yang ketagihan komputer, selalu mengikuti trend tanpa memperdulikan apakah dia memerlukannya atau tidak. Kita bisa membuka matanya. Misalnya juga orang yang selalu aja fokus sama uang dan kekayaan, kita bisa membantunya melihat kebahagiaan lain. Misalnya juga orang yang diperbudak dengan merasa dirinya jelek, gendut, dan lainnya. Kita bisa membantu mereka. Itulah pembebasan. Kita membebaskan orang dari belenggu yang ada padanya dengan memberikan pencerahan.

Jadi, aku ga nuntut untuk kalian bisa melakukannya, tapi aku menuntut kalian untuk mencobanya. Cobalah untuk menyelamatkan orang. Orang yang tertekan, yang memuja diri sendiri, yang melihat dunia tak bahagia. Karena kita udah dibebaskan, mari kita membebaskan. 🙂