Jobel


Jobel, tahun pembebasan. Yah, seperti biasa, saya ngepost tentang gereja lagi. Tiap minggu gini kan, tapi anehnya yang aku post ga kunjung masuk top search karena begitulah, orang lrbih milih liat yang lain. Okay…. So this is it. I will at least open your eyes. Not just for Christians, but for everyone.

Jobel itu adat orang Yahudi. Orang Israel dulunya mengenal tahun Jobel sebagai tahun ke-50. Tahun yang kudus yang dikhususkan untuk Tuhan. Nah, adanya tahun ini disebabkan pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir oleh Tuhan sesuai di Alkitab. Kalau berbeda persepsi, harap jangan marah. Persepsi ini saya gunakan untuk menyampaikan inti post ini.

Karena Tuhan terlebih dahulu membebaskan mereka, maka di tahun jobel tersebut diwajibkan pembebasan pada orang yang tertindas, yang ditekan disenangkan, yang dipenjara dibebaskan, yang dirampas miliknya ditebus. Itulah tahun pembebasan, tahun ke-50 setelah tujuh kali tahun sabat. Karena mereka telah mengalami pembebasan, makanya mereka haruslah memberikan pembebasan. Pembebasan untuk semua orang, ga hanya mereka mereka aja.

Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita mampu memberikan kebebasan pada semua orang, kepada orang yang kita tindas, menghapuskan utang-utang orang yang meminta pada kita, membebaskan orang dari perbudakan, dari perberhalaannya. Memang sangat susah kita melakukannya, tapi itu ga harus real banget untuk dilakukan.

Misalnya aja orang yang ketagihan komputer, selalu mengikuti trend tanpa memperdulikan apakah dia memerlukannya atau tidak. Kita bisa membuka matanya. Misalnya juga orang yang selalu aja fokus sama uang dan kekayaan, kita bisa membantunya melihat kebahagiaan lain. Misalnya juga orang yang diperbudak dengan merasa dirinya jelek, gendut, dan lainnya. Kita bisa membantu mereka. Itulah pembebasan. Kita membebaskan orang dari belenggu yang ada padanya dengan memberikan pencerahan.

Jadi, aku ga nuntut untuk kalian bisa melakukannya, tapi aku menuntut kalian untuk mencobanya. Cobalah untuk menyelamatkan orang. Orang yang tertekan, yang memuja diri sendiri, yang melihat dunia tak bahagia. Karena kita udah dibebaskan, mari kita membebaskan. 🙂

Advertisements

Author: Aditya Yedija Situmeang

Developer, Lover, Christian, Omnomnomnivore, Gamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s