Code Code Code


It is a little rare for me these late months to write about codes and programming. Well, there was a man from Microsoft, he is Irving Hutagalung, an Indonesian, yes, and he explained a lot about windows, students blog, cloud computing, and else.

I still remember that he told us, PI del students, there will be Windows 8 coming. He also told us that it will prefer a touch screen platform with better user interface. And he said that though the environment is though small, able to build programs using Visual Studio. That was amazing indeed. But then later on he said we have to learn and use .net. This is what troubles my mind.

Well, I often saw people left PHP for ASP. I have to admit ASP can impress me even more (I still haven’t learnt ASP). But the demostration that Microsoft gave to us in a short clip of movie is very impressive. Then another thing came into my mind. We may leave this PHP for a better ASP that can give better look and feel to web pages. Are we ready to leave Java, a powerful language that can stand in any platforms and easy to build, for C# that stand alone on Microsoft platform only with I think have the same performance like Java did?

Well, at first I think we must not. I love Java, I won’t leave it just like that. But then I saw this in myself. Hey! I may love Java, I may live with Java, but this C# thing is interesting, too! And I don’t have to sacrifice one for other. Both are OO, can be service oriented, event oriented, or else. Just think this way programmers: I love Java, but it won’t hold me knowing C# as deep as I know Java.

So, Mr Irving, I have to admit you are great and charismatic. I like your speech and the powerful gadget you showed to us. But we have other time you have to say, “Keep learning every languages for every languages is powerful today.” 🙂

PS. I am a Microsoft User and a member of MUGI (Microsoft User Group Indonesia) but I am not so active. 🙂

Advertisements

Churches Here Needs A LOT OF ATTENTION


It is a rare chance for me to be able to have a Sunday Service in another district, well, say that it is Balige. There is one church there labeled with HKBP. HKBP itself is one of oldest church organization in Indonesia since hundreds of years ago.

I attend the morning service so that I could do more activities later on. I’m a student in nearby district, collegian as fact and I need a lot of service to keep me spirited. But today is just like before in HKBP Balige. The atmosphere is just like before and even before the first time I set foot in here. From here, I’ll speak in Bahasa for I’m an Indonesian.

Seperti biasa di Balige, pada saat jadwal gereja pagi, gedung gereja ini dipenuhi oleh remaja dan pasangan muda, tak lupa anak-anak. Nah, mereka banyak sekali yang telat dan tidak mau duduk pada tempat yang kosong justru mendesak temannya untuk bergeser walau sudah sempit. Mereka juga ribut dan sungguh ribut seakan tidak ada lagi hal di gereja ini yang menarik.

Aku awalnya berpikiran begitu. Tapi memang benar di gereja ini sudah tidak ada yang menarik. Lihat saja ketika pembawaan acara dan pembacaan Epistel yang sangat monoton dan datar. NHKBP yang telah ditinggalkan remaja karena “terlalu kuno”.

Moral. itulah kuncinya. Mereka telah kehilangan arah dan telah lupa bahwa bergereja itu untuk mendapatkan pembaharuan dalam hidup. Mereka telah menjadikan gereja itu sebagai hal yang harus didatangi dan pulang. Bahkan mungkin banyak dari mereka mengabaikan khotbah demi handphone mereka.

Di sini sangat diperlukan peran orang tua dan seluruh petinggi gereja menurut saya. Merekalah yang harusnya mendidik anak anak mereka. Mengajarkan bahwa apa itu arti mereka tiap hari Minggu mendatangi gereja. Lalu sistem acara di gerekja ini juga harusnya diperbaharui untuk menarik remaja untuk menyadari nikmatnya bersekutu dan memuji Tuhan.

Church here needs attention. Any of you can help, please help.
***
Gereja ini butuh pertolongan. Anda, semua yang mampu, tolonglah.

Ulang tahun 09 HORAS


Sebenarnya #angkatan09 #anakdel udah ulang tahun pada tanggal 4 September 2011, tetapi kami baru saja merayakannya dengan acara besar pada hari ini, Sabtu 17 September 2011.

Nah kami mengambil lokasi di rumah ompung dari teman kami Armando Siagian. Nah tempatnya itu di Desa Bonan Dolok, Bonjol biasanya disebut. Desa ini terletak di pedalaman dan dapat dicapai dengan melalui jalan pinggiran kota Balige.

Serunya di daerah ini, tadinya saya bersama teman teman langsung mencari kayu bakar yang merupakan pengalaman yang sangat langka bagi orang yang tinggal di kota. Di mana serunya coba? Yah temen kami Armando ini memang sering menjahili kami. Efeknya kami harus naik bukit yang lumayan curam 60 derajat. Bayangin aja sambil pakai sendal dan pegang parang super tajam kami bersembilan naik bukit itu. Eh, sampe di atas malah susah nyari kayu bakarnya. Wow!

Tapi untungnya yang sangat untungnya, hari ini aku jadi punya pengalaman baru. Pertama yah nyari kayu bakar itu. Kedua, melihat ihan Batak. Ketiga, aku juga pernah ngapak kayu. Keempat, dapat ilmu mengenai cewe sedikit dari Hanna Theresia Tobing. Kelima, aku mandi di tempat yang katanya keramat. Keenam, melihat pemandangan yang sangat indah.

Well, aku ga mau muluk muluk. Desa Bonjol is the best. Kalau kalian mendengar sesuatu yang aneh dan membuat penilaian susah mengenai desa ini, yah itu sebenarnya kalau kita melakukan semuanya sesuai dengan peraturan ga akan ada yang terjadi dan salah.

Apa yang kita rasakan hari ini dan sekarang, juga yang lalu, marilah kita mulai lagi dan menjadi angkatan yang utuh! Hidup 09!