Why We Should Not Say Goodbye


Berpisah, satu kata yang bisa membuat manusia sedih. Berpisah untuk sementara, atau untuk selamanya. Perpisahan pasti terjadi. Kematian menyebabkan perpisahan. Tugas di luar kota juga menyebabkan perpisahan. Perpisahan itu tidak terelakkan.

Karena perpisahan dengan orang yang tersayang, entah itu kematian atau bukan, kita mempunyai harapan. Harapan itu tumbuh dan jadi kekuatan. Harapan itu yang membuat kita menjadi lebih baik. Harapan itu yang membuat kita menyiapkan diri kita untuk segala hal yang akan datang. Berharap akan bertemu mentari lagi di pagi hari. Atau bertemu dengan indahnya salju lagi pada musim dingin. Harapan untuk bertemu lagi dengan apa yang kita sayang.

Karena perpisahan, kita percaya adanya kehidupan setelah kematian. Kita percaya akan dibangkitkan lagi. Kita percaya akan dibuat menjadi sosok yang indah dan dapat bersama orang orang yang kita sayangi lagi. Kita percaya adanya penyelamat yang akan membahagiakan kita. Kita percaya bahwa hari hari penantian kita tidak akan sia sia. Kita percaya bahwa persiapan yang kita sediakan tidak akan percuma dan terbuang. Percaya akan kehidupan yang lebih baik bersama orang yang kita sayang.

Karena perpisahan, kita sadar, betapa berharganya setiap waktu yang ada. Setiap detik yang harus kita jaga dan setiap saat yang harus kita nikmati. Kita jadi menghargai waktu dan usaha, semuanya terlihat lebih baik dan lebih meyakinkan jika tiap waktu luang dimanfaatkan untuk bertemu kembali. Waktu yang dulunya kita buang, kini kita jaga sedemikian rupa. Kita akan menyadari infinitas yang terdapat di setiap satuan detik yang ada pada waktu. Kita menghargai waktu, karena kita menunggu orang yang berarti dalam hidup kita.

Karena perpisahan, kita semangat untuk menunggu saat untuk bertemu di waktu berikutnya. Kita dengan semangat membara mempersiapkan diri dan memperbaiki apa saya untuk membuat pesona tersendiri bagi orang yang akan kita temui. Kita semangat untuk hidup karena kita tahu kita akan bertemu lagi. Semangat bertahan karena kita tahu, pertemuan akan terjadi lagi.

Jangan pernah katakan selamat tinggal. Karena dengan selamat tinggal, kita kehilangan harapan, kepercayaan, kemampuan menjaga tiap waktu kita, dan semangat untuk hidup. Selamat tinggal hanya sebuah frase, sama seperti perpisahan hanya sebuah kata.

Jangan pernah katakan selamat tinggal, aku lebih memilih sampai jumpa. Karena kita akan bertemu lagi, aku tahu itu.

Advertisements

Author: Aditya Yedija Situmeang

Developer, Lover, Christian, Omnomnomnivore, Gamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s