Love That Surpass All


Kemarin film baru, Interstellar muncul dan sangat memukau. Jujur, saya sangat terpana menontonnya. Awalnya saya sulit menerima teori yang diberikan. Maklum, saya memang bukan seorang astrofisis. Postingan ini agak telat munculnya karena baru bisanya untuk ditulis sekarang. By the way, ini menyinggung soal kekristenan dan mohon kalau memang salah silakan ditunjuk salahnya di mana, dan kita perbaiki bersama.

Kalau kalian ingat di filmnya, di sana terlihat jelas bahwa grafitasi melintasi ruang dan waktu. Itu teori yang diberikan oleh film tersebut. Di sana juga terlihat jelas bagaimana Cooper mengirimkan rumusan ke Murph untuk menyelamatkan manusia dari kehancuran. Untungnya sampai dan dimengerti, atau bumi jadi seperti planet kripton! Ingat apa yang ditanya TARS ke Cooper waktu dia mengirimkan pesan pakai kode morse via jarum jam ke Murph? “Cooper what if she never came back for it?” Cooper dengan tegas menjawab, “She will. She will. Because I gave it to her.” Memang tidak ada kata kata eksplisit bahwa karena sayangnya Cooper ke anaknya. Namun, keduanya bisa mengerti dengan baik apa yang dirasakan walau berbeda dimensi dan ruang dan waktu! Cooper memilih mentransmit penemuannya via jam yang dia berikan. Murph, mengambil jam karena dia merasa yakin ayahnya akan datang lagi. There is nothing as coincidence in this world, mate!

Kasih yang diberikan Cooper kepada Murph sangat besar sehingga Murph tetap yakan akan ayahnya dan itu membentuk satu daya tarik terhadap satu sama lain. Daya tarik adalah gravitasi juga bukan? Yang ingin dikatakan di sini adalah, kasih yang dirasakan keduanya melampaui dimensi, ruang, dan waktu. Di sini kasusnya adalah, Murph dan Cooper masing masing adalah satu entitas yang saling tarik menarik karena ikatan yang sudah mereka bentuk.

Sekarang waktunya bagian kekristenan. JRENG!!! JRENG!!!

Berkali kali dikatakan kalau Tuhan menciptakan kita. Tuhan kasih terhadap kita. Dengan jelas dikatakan, di banyak kitab, karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga ga ada air bah lagi, kita ditebus, kita diselamatkan, Israel yang bengal aja disayang, toh? Begitu besar kasih Tuhan, Tuhan yang Mahakuasa itu, yang menciptakan langit dan bumi, yang memposisikan bumi tepat posisinya sehingga kita manusia bisa hidup dengan cukup dan mapan.

Ingatkah kalian kalau dikatakan di Alkitab bahwa kita harus mencari dahulu kerajaan Tuhan dan kebenarannya, sehingga semuanya diberikan kepada kita? Bukankah diajarkan kepada kita kalau yang utama adalah iman, pengharapan, dan kasih? Semua seakan benar berurut mulai dari proses penciptaan yang membuat areanya dulu, lalu proses pembentukan bioma, makhluk hidup, dan kita spesial diciptakan segambar dengan Dia? Sama halnya dengan kita mengimani dulu keberadaan Tuhan, lalu berharap akan kebaikan dan bertemu dengan Dia, dan mengasihi Dia sepenuh hati? Seperti kita yakin dulu pasangan kita sesuai, lalu berharap dia menerima, lalu mengasihi pasangan kita?

Tuhan sudah menunjukkan kasihnya terhadap kita. Bisanya kita mengasihi terus menerus kepada Tuhan? Karena kalau kita tidak mengasihi bagaimana mungkin ikatan antara dua entiti ini bertemu? Perlu jembatan bukan? Seperti petir yang menjebatani arus negatif di awan dan positif di bumi, saya rasa juga kita perlu jembatan untuk bertemu dengan Tuhan. Tetapi tidak harus menjadi seperti petir yang energinya terbuang ketika bergesekan dan membentuk cahaya dan bunyi meledak namun cuma sesaat. Itu namanya farisi atau kurang perhatian dari orang tua. Tetapi begitu terbentuk jembatan itu, sebarkanlah ajaran itu kepada orang orang dan tetap jaga agar jembatan itu tidak rusak.

Ingatlah, begitu besar kasih Tuhan yang omnipotent itu terhadap dunia ini. Kalau masih kurang percaya dirimu, coba pikirkan mengenai pelangi di cerita Nuh. Hujannya berhenti sudah lebih sebulan sebelum Nuh keluar dari kapalnya. Tetapi pelanginya baru muncul ketika persembahan diberikan. Let’s say itu benar, gimana mungkin terjadi kalau Tuhan tidak omnipotent dan mampu melokasikan tiap molekul air bertepatan posisinya sehingga membentuk pelangi? Cukup meyakinkan, bukan?

Advertisements

Author: Aditya Yedija Situmeang

Developer, Lover, Christian, Omnomnomnivore, Gamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s