Quantum Entanglement dan Jodoh


Akhirnya manusia bisa menangkap quantum entanglement dalam rupa foto. Kalian bisa baca jurnalnya di sini. Jangan takut, ini hal bahagia! Bukan hanya buat fisikawan, tapi juga buat yang sering ditanyain, mana pacar, kapan nikah, jalan sama siapa, dan pertanyaan lainnya yang serupa. Bahkan buat kalian yang merasa ga disayang sama tuhannya, ya agak bisalah dibaca ini artikel.

Seperti yang kita baru tau dan baca, quantum entanglement dalam bahasa sangat sederhananya adalah 2 atau lebih partikel yang kelakuannya berkaitan satu sama lain. Misalnya, kalau hasil percobaan Bell, nanti 2 partikel yang mengalami quantum entanglement, biarpun diliatin secara acak, bakalan menunjukkan hasil yang memiliki korelasi.

Nah, buat fisikawan, apalagi yang doyan banget sama quantum, kabar paling gembira adalah sudah ada jalan nih terbuka buat kalian untuk menangkap fenomena ini dalam bentuk gambar! Ya, sekarang caranya adalah dengan melanggar Bell’s inequality, mungkin nanti kalian bisa buat cara lain.

Entangled Soul Mate

“Aku ga jomblo lagi, pacar aku ada di satu tempat di benua lain.” Sekarang, kalian bisa bilang hal tersebut. Lah, itu kan jodoh, bukan partikel yang pernah berinteraksi secara langsung! Nah, tunggu dulu, kita semua itu kan terikat dengan waktu. Waktu adalah salah satu produk quantum entanglement. Pernah dengar Entanglement Swapping?

Kita bisa saja terikat dengan partikel manapun yang menjadi internal observer dari waktu yang kita alami! Atau, atau, dengan partikel manapun yang mengalami entanglement dengan partikel yang merasakan waktu kita. Bingung? Aku juga. Itu kata kata ketulis gitu aja. Nah, dengan adanya waktu sebagai hasil entanglement, sudah dipastikan bahwa jodoh ada di luar sana. Ga tau di mana, tapi ada. Mungkin bentukannya berlawanan dengan kita, mungkin bentukannya sama dengan kita. Tapi ada!

Tau My Sassy Girl? Kata om om tua di akhir, “Destiny is the bridge you build to the one you love.” Ingat, kita ga bakalan tau kalau dia itu terikat, entangled dengan kita, atau apalah itu bahasanya, kalau hasil observasi kita terhadap partikel tidak pernah dikomunikasikan (quantum teleportation). Di semua percobaan, hanya ketika hasil observasi sudah dikomunikasikan, maka diketahui adanya entanglement atau keterikatan. Ya kabar buruknya, ga bakalan tau jodoh atau engga kalau belum dicoba. Duh!

Jadi, kabar gembiranya adalah, jodoh ya ada (yang bucin bersorak sorai) tapi harus ditemuin juga biar tau jodoh beneran atau engga (lalu sorakannya berhenti).

Kok Tuhan Kau Bawa?

Saya pengikut ajaran Yesus, dan saya suka sains. Saya percaya saya diciptakan, mungkin 7 hari di waktu Tuhan, sekian tahun lamanya di waktu saya. Toh ada UATnya, namanya manusia purba! Entah saya juga versi production 1.0 menunggu update 1.1 entah di tahun kapan.

Di ajaran Kristen, Yesus disebut sebagai juruslamat. Ya terus? Coba, Sang Mahakuasa, Raja Abadi, Bapa Kekal, yang mengerti seluruh isi dunia, menjadi rupa manusia, mengalami fenomena waktu yang sama dengan manusia. Masih ga ngeh? Ya Tuhan dalam rupa Yesus, mengalami fenomena entanglement, yaitu waktu yang sama dengan kita manusia biasa.

Sebelumnya kan ga ada cara buat bisa diampuni dosa kita. Mati kau? Ya mampus, udah. Karena kita mengalami waktu yang sama, bentuk yang sama, kita terikat, entangled. Aku sekarang jadi tinggal komunikasi lewat doa, Tuhan ngerti kok. Aku aja yang sering ga ngerti.

Jadi dengan ini aku juga merasa bahagia karena Dia sudah berbaik hati menjalin ikatan dengan aku, manusia yang jauh primitif dibandingkan Dia yang Mahakuasa. Mungin memang bener kata Yesus, cari kerajaan Tuhan dan kebenarannya, karena begitu dapat, kita bisa ngobrol dengan lancar jaya kaya tatap muka dengan Tuhan. Kebayang aja kalau itu kejadian sekarang juga, pasti yang ada ngobrolin orang.

TL;DR

Fisikawan bisa bahagia karena adalah sangat mungkin untuk memfoto quantum entanglement.

Jodoh kita ada di luar sana dan kita ga bakalan tau sampai kita ketemu dengannya.

Saya sebagai umat Kristen, merasa Tuhan sudah berbaik hati untuk merasakan fenomena quantum entanglement yang sama, yaitu waktu yang saya rasakan.

My mom and GF will be so mad at me for this article.

Author: Aditya Yedija Situmeang

Developer, Lover, Christian, Omnomnomnivore, Gamer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s