Dealing With Criticism


Do what you feel in your heart to be right–for you’ll be criticized anyway. You’ll be damned if you do, and damned if you don’t.

Eleanor Roosevelt

Ini ditulis bukan karena aku kena kritik dari mana mana ya, tapi karena kebetulan kemarin liat quote itu dan terinspirasi.

Jadi, karena ya kita dikritik, bodo amat, kerjain aja. Begitulah kira kira bunyinya. Pola pikir yang bagus memang untuk bersikap bodo amat. Kerjakan aja, jalani aja, nanti lihat hasilnya lah. Ikuti prosesnya, jalani prosesnya, jadilah produknya di akhir. Seadanya kita, ya yang penting nanti jadi. Toh yang penting jadi. Seperti itukah kira kira?

Atau karena ya kita dikritik, kerjakanlah sebisa kita. Kita teliti lagi prosesnya, lihat mana yang kira kira kurang pas, lalu kita pakai cara yang kita rasa lebih oke. Lalu jadilah produknya, dengan jerih payah dan lebih baik ternyata hasilnya. Sudah lebih baik pun dikritik orang pula. Namun, kita tetap tenang dan lega karena hasilnya memuaskan diri kita.

Bedanya di mana? Yang pertama ya jalani aja, dikasih koding, copas aja yang penting jalan. Diminta buat web, dibuat aja yang penting tampilannya pas. Yang kedua, sama, dicopas, hanya saja ada embel embel tambahan. Dilihat dulu, oh koding ini pakai rekursif, kurang efektif untuk kasusku. Oh, tampilannya bagus, tapi tiap kali geser paging kok harus reload semua data lagi ya ga ada caching. Lalu diperbaikilah sedikit dan jadilah hasilnya. Mungkin agak kesel yang nerima hasilnya karena kok lama kerjainnya? Lah ya lama memang, tapi lebih berdampak bukan?

Criticism is something we can avoid easily by saying nothing, doing nothing, and being nothing.

attributed to Aristotle

Awalnya aku mikir, bersikap tidak acuh juga bisa membantu aku dalam menjalani hidup lebih bahagia. Ternyata salah. Aku jadi menjalani semua dengan ya seadanya saja. Semuanya pun jadi asal lewat, ga ada yang membekas. Kerjaan jadilah, uang masuklah, makan yang kenyanglah. Udah, segitu aja, ga ada artinya. Aku merasa jadi seperti wajan, ya minyak masuk, daging masuk, nanti lewat. Merasa jadi benda mati atau robot biar tinggian dikit, yang kerjanya itu itu aja.

Ketika aku sadar kalau membuka telinga untuk kritik, aku merasa lebih hidup. Kok bisa gitu? Karena aku tahu orang mikir aku itu seperti apa. Aku tahu kalau ada hal yang salah kalau aku lakuin dan orang lain terkena dampaknya. Aku tahu kalau ada hal yang bener aku lakuin dan orang lain juga terkena dampaknya. Yang aku kerjain itu ternyata ada artinya buat orang orang. Bahkan orang yang mengkritik aku pun, punya alasan, selain benci mungkin, dia mau aku berkembang.

I like criticism. It makes you strong.

LeBron James

Lalu ada saat ketika kita sudah menjadi yang terbaik. Di kantor lah, di kecamatan lah, atau bahkan di dunia. Terus masih dikritik! Ya santai, jangan panas. Bukan mereka yang kerjain kerjaanmu kan? Yang dipuji juga bukan mereka kan. Atau kalau memang masih oke kritiknya, serap lagi. Biar makin kokoh aja kita ada di atas.

Coba bayangin kalau misalnya speedrunner itu ga dikritik tentang cara main gamenya atau manfaatin titik titik berguna, ga ada yang bisa namatin Terraria Moon Lord 45 menit. Kritik diterima, dicerna, diasah, dan dilatih, jadi skill baru, terus kita udah the best, tambah skill baru, bukannya lebih baik? Pastinya lebih baik. Orang makin bicarain kita? Pastinya juga. Dibilang caperlah dibilang macam macamlah. Jalanin aja yang terbaik. Wajar mereka seperti itu karena bukan mereka yang dipuji orang orang.

Terus, poinnya apa?

Kritik akan datang dari mana saja. Menurut aku, jangan ditolak, terima semua. Kritik membangun, kita makin baik. Kritik menghancurkan, kita tau karakter orangnya. Yang kita kerjakan juga harus yang terbaik. Alasannya adalah kepuasan pribadi. Kalau masih dikritik, berarti ada yang kurang, lumayan jadi alat kita untuk membangun pribadi yang lebih baik. Sudah terbaik di dunia dan masih dikritik? Bungkus si kritiknya di antara banyak pujian yang kita dapat biar agak cantik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s