Bersyukurlah!

Bersyukurlah karena apa yang kita rasakan sekarang adalah berkat! Karena aku sudah merasakan bagaimana berkat Tuhan itu nyata, maka aku mengajak Anda untuk membuka diri dan merasakan!


Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Mazmur 107:1

Continue reading “Bersyukurlah!”

Memangnya Ini Badan Elu?!


Pada hari minggu kemarin, saya mendengarkan khotbah yang terambil dari surat Paulus kepada jemaat Korintus. Paulus berkata bahwa tidak ada yang haram baginya. Tentu memang sampai sekarang juga tidak ada yang diharamkan bagi saya juga. Namun tidak satu pun dari hal yang halal itu membuat candu kepada Paulus.

Sungguh menarik statement Paulus ini. Semua halal, tapi berguna engga? Kalau ga berguna ngapain juga dilakuin? Semua halal tapi jadi tergantung ga sama itu? Jadi lebih banyak cari itu atau cari Tuhan? Berarti main game ga haram. Boleh dong. Seks juga ga haram. Bisa laaah. Merokok, ganja, putaw? Ga haram juga. Barulah ditanya, berguna ga?

Mungkin bisa ajalah berguna kaya morfin, tapi kita ga allied forces yang lagi di Normandy juga kan? Seks juga ga haram. Sembarangan juga merusak diri sendiri kan. Kalo diri sendiri aja ga disayang apalagi diri orang lain? Padahal katanya kita harus mengasihi orang lain seperti diri sendiri.

Lalu selanjutnya apakah hal tersebut ut bikin kita candu? Lebih banyak nyari itu ga kita daripada nyari Tuhan? Atau jangan jangan kita sampai menelantarkan Tuhan karena kita suka hal itu? Kan ga baik juga kalau kita sampai melakukan itu kepada pencipta kita.

Jadi semuanya balik ke kita lagi. Kita melakukan semua itu dengan akal sehat atau tidak? Kita melakukan semua itu sadar resiko atau tidak?

http://about.me/yedijas/

Purpose In Life


Just now, I was having a Sunday service in nearby church. The reading was taken from Isaiah 5. There was written how God make Israel prosper in their days and how Israelis betray God in their life.

We are like an orchard. God has tend us so much and make us prosper. God gave us what we need. Often we are like tahe Israeli that time. We betray God and instead of sharing kindness, we make sins. We lost our purpose in life. We lost our true purpose that is to love eah other. We forgot that we should be the light that guide people’s in their life. We forgot that we must be like salt that make all things tasty.

Just like when we are in real life. We do something nice and we do everything good and great. We expect good things from it. Often, though, we get the opposite. Maybe something is wrong with us. Then corrections must be made in the next cycle. Maybe something is wrong with the fruit. Then the product must be purged down. Just like how God left Israelis that time to be conquered and became a vassal of Babel.

Remember your purpose in life then you could thread in your way safety with prayers and right efforts.

http://about.me/yedijas/

Not Even God Wants You Die


Sekali ini aku nulis dalam bahasa Indonesia, karena lebih enak untuk ngomel dalam bahasa sendiri. Hari Minggu ini, khotbah di gereja berkata kalau Tuhan sama sekali tidak menginginkan kematian orang orang fasik, melainkan menginginkan pertobatan dari orang orang fasik.

Dulu, orang Israel sangat berdosa dan mereka merasa ga ada lagi yang bisa menyelamatkan mereka. Dosa mereka terlalu besar dan mereka merasa tak ada lagi pengampunan mereka. Wajar, kalau dilihat dari perjanjian lama di Alkitab, juga mungkin catatan sejarah, mereka sudah berkali kali terjajah dan berada dalam pembuangan.

Satu waktu, ada seorang nabi bernama Yehezkiel, dan dikatakan Tuhan padanya, bahwa Israel pun masih diinginkan pertobatannya walau sudah sangat berdosa. Akhirnya, memang tergenapi bahwa Israel diselamatkan, dan bahkan Yesus datang untuk menebus semua. Tidak hanya orang Israel saja, tetapi semua bangsa.

Sekarang, kita refleksikan ke diri kita sendiri. Kalau teman kita salah,kita maafkan ga? Kalau teman kita menyebalkan sekali, kita bimbing kah dia ke jalan yang benar? Kayanya kita lebih sering bilang, “Yeah, whatever.” Well kalau sering begitu, kita juga salah dong.

Masih sering ga kita menghukum orang berlebihan sampai sampai orang pun merasa kita yang salah? Sering ga kita ga maafin orang yang udah minta maaf? Sering ga kita give zero fucks ke oranf orang yang sebenarnya jelas jelas salah di depan mata kita? Well, it’s time to change.

An Old Lady


Today is 8 December 2012, Mayans said that the end of the world would be like in 21.

If you ever read a Bible, you must know about the story of a poor widow and riches in giving for others, or we can say for charity. Today, I saw what Jesus saw and I want to give a reflection to everyone. Because you don’t have to be Christian to understand this story. You just have to read the Bible and know about the story.

I was in a bus that stopped to wait for a traffic light to turn green. Then in front of my bus, there was a woman, old and she was wearing dirty clothes. I assume she was a poor and sick. Also there was a young child, begging for a Rp1000 (one thousand rupiahs). No one gave him a single coin, but then this woman, smiled and comforted the child. Then she gave him some money to buy a drink and food. They laughed together and they were smiling so happily.

For all they did cast in of their abundance; but she of her want did cast in all that she had, even all her living. – Mark 12:44

That was a verse from the Bible. And this is the reflection. We can give and share what we have. A little or much. But often we did not even do anything. Instead we tend not to care of anything. So, let’s say that the world will end in 21 December. Will you be in the heaven according to your religion? Have you helped the poor? Have you helped anyone? Have you made someone happy in your life? Have you been so happy in your life?

Memento mori

Churches Here Needs A LOT OF ATTENTION


It is a rare chance for me to be able to have a Sunday Service in another district, well, say that it is Balige. There is one church there labeled with HKBP. HKBP itself is one of oldest church organization in Indonesia since hundreds of years ago.

I attend the morning service so that I could do more activities later on. I’m a student in nearby district, collegian as fact and I need a lot of service to keep me spirited. But today is just like before in HKBP Balige. The atmosphere is just like before and even before the first time I set foot in here. From here, I’ll speak in Bahasa for I’m an Indonesian.

Seperti biasa di Balige, pada saat jadwal gereja pagi, gedung gereja ini dipenuhi oleh remaja dan pasangan muda, tak lupa anak-anak. Nah, mereka banyak sekali yang telat dan tidak mau duduk pada tempat yang kosong justru mendesak temannya untuk bergeser walau sudah sempit. Mereka juga ribut dan sungguh ribut seakan tidak ada lagi hal di gereja ini yang menarik.

Aku awalnya berpikiran begitu. Tapi memang benar di gereja ini sudah tidak ada yang menarik. Lihat saja ketika pembawaan acara dan pembacaan Epistel yang sangat monoton dan datar. NHKBP yang telah ditinggalkan remaja karena “terlalu kuno”.

Moral. itulah kuncinya. Mereka telah kehilangan arah dan telah lupa bahwa bergereja itu untuk mendapatkan pembaharuan dalam hidup. Mereka telah menjadikan gereja itu sebagai hal yang harus didatangi dan pulang. Bahkan mungkin banyak dari mereka mengabaikan khotbah demi handphone mereka.

Di sini sangat diperlukan peran orang tua dan seluruh petinggi gereja menurut saya. Merekalah yang harusnya mendidik anak anak mereka. Mengajarkan bahwa apa itu arti mereka tiap hari Minggu mendatangi gereja. Lalu sistem acara di gerekja ini juga harusnya diperbaharui untuk menarik remaja untuk menyadari nikmatnya bersekutu dan memuji Tuhan.

Church here needs attention. Any of you can help, please help.
***
Gereja ini butuh pertolongan. Anda, semua yang mampu, tolonglah.