Quantum Entanglement dan Jodoh


Akhirnya manusia bisa menangkap quantum entanglement dalam rupa foto. Kalian bisa baca jurnalnya di sini. Jangan takut, ini hal bahagia! Bukan hanya buat fisikawan, tapi juga buat yang sering ditanyain, mana pacar, kapan nikah, jalan sama siapa, dan pertanyaan lainnya yang serupa. Bahkan buat kalian yang merasa ga disayang sama tuhannya, ya agak bisalah dibaca ini artikel.

Continue reading “Quantum Entanglement dan Jodoh”

Another Self Reflection and Thought


Shit did happen

And said, Naked came I out of my mother’s womb, and naked shall I return thither: the Lord gave, and the Lord hath taken away; blessed be the name of the Lord.

Job 1:21

Recently, I’ve been facing quite a troublesome struggle in my life. As the future was building up and I was heading to my planned and desired phase of the future, it was blocked and gone. This is what I can tell about my own experience, how I cope with it and what I have learned from it

Continue reading “Another Self Reflection and Thought”

Minggu Okuli (2)


Hari ini, Yohanes 4:5-26 jadi ayat khotbah di HKBP. Ceritanya mengenai perempuan Samaria yang dimintai air oleh Yesus.

Berbeda dengan postingan yang sebelumnya di sini yang menekankan untuk melihat pada Yesus sebagai penyelamat, sekarang lebih ke arah kepada siapakah keselamatan itu.

Di nats itu keliatan jelas kalau perempuan Samaria itu heran kenapa Yesus yang seorang Yahudi mau berbicara, apalagi minta air pula kepadanya. Ingat, Yahudi pada waktu itu tak mau bergaul dengan orang Samaria.

Keselamatan itu jelas bukan hanya untuk orang Yahudi. Itu diberikan untuk semua orang kok. Yang perlu hanya berbuat kasih, berharap yang terbaik, dan percaya kalau sudah diselamatkan.

Apalah gunanya kalau kau sering beribadah tapi tak mau memaafkan temanmu? Sama aja toh. Apa gunanya juga kalau sering memberi tapi masih dendam? Sama jugak masih itu itu aja diperbuat. Ga apa kok sebenarnya kalau masih dendam, atau masih ga mau maafin orang salah, tapi mau berubah ga?

Kalau ga mau yah sama aja kaya orang Israel waktu itu. Udah diselamatin masih aja nuntut ini itu. Masih aja ga puas dan ga bersyukur. Gitu aja terus sampe bosan sampe akhirnya 40 tahun keliling keliling.

Keselamatan itu buat semua orang, baik atau jahat, kafir atau taat, pengusaha atau pemulung. Tinggal berbuat baik kok. Berharap kalau akan terjadi yang terbaik. Juga percaya kalau kita udah diselamatkan. Kalau udah itu dikerjain yah jangan melenceng lagi jugak. Liatlah Tuhan selalu dan berserah. Selamat Minggu Okuli!

Hardships


Terinspirasi dari post junior saya di blognya, akhirnya postingan ini dibuat. Banyak memang hal baru dan sangat baru yang sama yang saya rasakan ketika pertama kali merantau sampai sejauh ini. Saya juga dituntut untuk membiasakan diri dan beradaptasi terhadap lingkungan baru. Pertanyaan yang membuat posting ini saya rasa harus dibuat adalah, sampai sejauh apakah kita harus berubah dan beradaptasi terhadap hal baru?

Continue reading “Hardships”

Why I Do Not Trust Critics That Much


So I saw the movie, Warcraft: The Beginning, and also a review by an Indonesian reviewer in Indonesian TechInAsia. I was rather sad that the reviewer point out so much negativity in the movie. I do appreciate that he was non-fan, but IMHO so many point he made was some kind of affected by other. Continue reading “Why I Do Not Trust Critics That Much”