Hardships


Terinspirasi dari post junior saya di blognya, akhirnya postingan ini dibuat. Banyak memang hal baru dan sangat baru yang sama yang saya rasakan ketika pertama kali merantau sampai sejauh ini. Saya juga dituntut untuk membiasakan diri dan beradaptasi terhadap lingkungan baru. Pertanyaan yang membuat posting ini saya rasa harus dibuat adalah, sampai sejauh apakah kita harus berubah dan beradaptasi terhadap hal baru?

Continue reading “Hardships”

Advertisements

dance


Dance, menari, menyatakan sesuatu dengan gerakan. Di dalam gerakan ada yang disiratkan. Menari itu susah bagiku.

Bagaimana caranya menggerakkan pinggul? Bagaimana mengkombinasikan tangan dengan kaki? Bagaimana memampukan badan rileks? Well, aku ga tau. Aku hanya harus berdansa dan menari. Menari layaknya Gaga.

Kenapa dengan Gaga? Dia itu spektakuler dan hebat! Aku kagum dengan gerakannya. Kami menirukan gerakannya dalam dance kami. Jadi dance itu sangat susah bagiku.

I was born this way. I may not a dancer, but it doesn’t mean that I cannot dance. Aku terus mengatakan itu ke pikiranku. Hal yang sama waktu aku dulu melihat seseorang menari.

Ini semua karena aku di del. Aku menyadarinya kembali. Aku butuh rileks. Aku sudah terlalu tegang. Memikirkan segalanya dan aku menjadi begitu buruk karena aku memikirkan segalanya. Harusnya aku fokus dan menyelesaikan tugasku dengan baik.

Juga jika aku berusaha, aku pasti bisa. Dunia ini tidak begitu susah ternyata. Dunia ini akan baik baik saja suatu hari. Jika kita semua bekerja keras, semua pasti bisa dicapai. Tuhan pasti memberi permintaan kita kalau kita mau berusaha keras untuk mendapatkannya.

So, let’s be relax, dance well, and work hard. Anyway, dance was not so bad if you can be creative. 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

bebannya anak kampus


Ginilah hidup kami anak kampus #pidel.

Namanya juga #anakdel. Pada belajar semua. Ga lepas dari buku. Saya ga lepas dari hp (ga berubah juga). Nanti belajar probability and statistic yang buat pening.

Apa sih isi probstat itu? Probability = kemungkinan. Apa bedanya dengan possibility? Yah beda. Referensi kata kata Pak Tennov. Possibility hasilnya TRUE atau FALSE. Nah, kalau probability, hasilnya nilai.

Terus apa lagi hidup mahasiswa di sana? Yah kaya aku ini, buku perpus ga ingat ingat balikinnya. Kalo lupa juga hari ini, yah makan kerikil ajalah…. -___-”

Oke, that’s it for today. Saya cukup senang dengan kemenangan MU kemarin dan dibuat sebel oleh Chelsea tadi malam.

Selamat siang semua, keep spirit on this Monday.

🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

pengalaman berharga


Baru sekali ini rasanya menang main futsal di PI Del

Ga kaya biasanya, permainan aku kali ini membaik. Banyak peningkatan kaya mau berbagi, terus jaga orang yang serius, passing aja yang jelek. Yah namanya juga masi newbie.

Tadi kebetulan lawan dosen, dan kali ini dosennya main bener. Ga pake kasar, ga pake gimana gimana. Jadi beneran pure game. 😀

Apa lagi yang beda? Jelas itu aja.

Tips ane waktu main futsal sama agan semua yah terus aja jaga keakraban satu team. Jangan egois dan pengen gimana. Jangan ngejek dan jelekin apalagi maki setim. Asal kompak, gawang itu dikawal kea ditembokinlah! Hahaha!

Keep sport and say no to SARA.

p.s nanti main basket lagi vs dosen.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ephiphania


Del, itu kampusku. Kemarin kami baru saja melaksanakan ephiphania. Perayaan kecil tentang Natal. Ephiphania itu adalah salah satu rangkaian dalam natal. Selalu terakhir. PI Del hanya merayakan ephiphania sepanjang sejarah.

Sebenarnya bukan hanya merayakan ephiphania, namun rangkaian perayaan itu dirayakan pada ephiphania. “Saudara-saudari, tradisi del adalah tidak pernah terlambat. Jika Anda mengira del telat merayakan Natal, maka kami ingin menyatakan bahwa kami tidak telat. Kami merayakannya pada ephiphania agar dapat melaksanakan rangkaian tersebut sekaligus.” Begitu kata direktur kami, ibu Inge. Ya, memang del tidak telat. Di page fb PI Del juga tidak telat. Pagi ini semua foto telah dipost.

Perayaan kemarin sangat menghebohkan. Andai saja aku mempunyai koneksi dengan internet, pastinya aku bakal upload foto yang banyak ini. Namun, yasudahlah. Selamat menikmati satu satunya foto yang mampu ku post.

🙂

perasaanku ketika meninggalkan semua di Medan


sebenarnya judulnya agak salah. beberapa peralatanku masih kubawa.

 

aku #anakdel. aku tinggal di asrama dan segalanya dibatasi. aku hidup bersama orang orang yang bukan keluargaku di sana. memang bagus dan baik untuk mendidik diri, namun kadang membuat suntuk kalau kena repet sama ibu asrama.

 

kalo kita meninggalkan sesuatu yang dekat dengan diri kita, pastinya kita begitu susah. gundah merajai pikiran dan hati ga pernah tenang. aku ngerasa hal yang sama. aku tak pernah mau melepas diriku dari sini. di sana tak ada mama yang cerewet, papa yang serba malas, koko yang mentel, kiki yang juga cerewet, jeje yang manja, atau bahkan para niece yang menghibur hati.

kalau aku pergi dari medan, semua serasa begitu jauh. aku akan buta akan medan. aku seperti tertutup informasi tentang mereka. aku akan menghidupi kehidupan monoton perkuliahan. suka dukanya perkuliahan yang dirasa sendiri bareng kawan kawan. mana mungkin ngajak mereka nangis nangis bareng.

 

tapi itulah hidup. hidup kalo ga menantang enakan mati. aku memang sedih begitu sedih meninggalkan semua di Medan.  aku bakal terus tersenyum dan girang menghadapinya. 😀

 

P.S: I love you all, dad, mom, kakcin, jeje, para niece, kiki, koko.