Jubilate


Minggu jubilate, minggu ketiga setelah Paskah. Minggu itu tepat hari ini. Jubilate sendiri itu berarti bersorak, nyanyian sukacita, pujian. Memuji, bersuka, bersorak karena senang.

The question is, how can I rejoice while I am still in trouble? 🙂 itu memang susah. Pernah dengar kalau orang mengatakan bahwa jangan melihat ke belakang? There’s exception as fact. Ingatlah bahwa kalau kita dalam suatu masalah, kita udah pernah ada di dalam masalah sebelumnya.

Memang benar kan? Kalau kita dalam satu masalah, kenapa ambil pusing? Bersukacitalah karena kita udah pernah lepas dari seluruh masalah kita sebelumnya. Bersukacitalah kita karena masalah datang dan kita pasti melewatinya.

Well, the title is about christianity, but this article is not. Keep rejoicing. Keep yourself happy. Because yourself will found a great thing when you are happy.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Quasimodo Geniti


Quasi modo geniti infates, begitulah asal nama minggu ini. Kata kata itu berarti bayi yang baru lahir. Ini tertulis di 1 Petrus 2: 2. Jangan tanya bagaimana saya mengetahuinya, yah begitulah… Minggu ini adalah minggu pertama setelah Paskah. Kalau dilihat dari sisi kalender gerejawi yang berlaku, minggu ini tidak termasuk lagi dalam rangkaian Minggu Paskah, itu yang saya baca yah.

Sekarang, kenapa harus ada minggu ini? Menurut saya, secara pribadi nih, kita kan udah merayakan Paskah. Kemenangan kita di atas kematian. Jadi, dengan menangnya kita, janganlah kita mendatangi dosa lagi. Harusnya kita semakin mendekati Tuhan dan menjauhi larangannya. Memang tidak mungkin kita tidak berdosa, namun sebisa mungkin hindarilah. Dosa itu ga selamanya ga bisa dihindari.

Gimana cara kita menghindari dosa? Nah, buah buah roh kan ada, kita ikuti saja itu. Salah satunya, kan ditulis, Penguasaan diri. Dengan cara itu kan kita bisa mengendalikan diri sendiri dan menghindari dosa. Juga kan di dalamnya ada kasih. Marilah kita senantiasa memberikan kasih kepada semua orang.

Terus apa hubungannya dengan quasi modo geniti infantes? Seperti yang tertulis di 1 Petrus 2: 2, kita maunya menjadi seperti bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir ga bisa makan sesukanya kan? Dia harus menerima sesuatu yang murni. Yang datang dari ibunya sendiri. Sesuatu yang baik dan tidak cemar. Jadi marilah kita menghendaki yang baik pada diri kita, menjauhi yang jahat.

Selamat hari Minggu!

PS. Nulis ini perlu perjuangan juga, karena aku lakuin sambil ibadah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Paskah


Maria, seorang yang mendapatkan kemanusiaannya setelah bertemu dengan Yesus. Dia itu seorang yang dulunya ga bener. Namun Yesus menyelamatkan dia, dan memulihkan dia. Nah, ketika dini hari Paskah, dia pergi ke kuburan Yesus. Di sana dia mau melakukan sesuatu. Inilah fokus kita.

Maria, karena penyelamaran Yesus, dia begitu semangatnya untuk pergi ke kuburan Yesus. Dia pergi pada pukul 4 dini hari. Memang, kita belum tau pasti kenapa di pergi jam 4. Mungkin aja dia pergi jam segitu karena dia mau melaksanakan sesuatu kegiatan sesegera mungkin. Namun, ini kita lihat saja dulu dari segi iman.

Semangat si Maria inilah yang harusnya kita tiru dan kita laksanakan dalam hidup kita. Semangat untuk melihat Yesus. Semangat untuk pergi ke mana pun Tuhan ada. Walau Yesus ada di kubur, walau perjalanannya mungkin sangat berbahaya. Dia tidak takut. Milikilah semangat itu.

Setelah melihat kondisi kubur Yesus, Maria lalu pergi mendapatkan murid Yesus. Datanglah mereka dan dilihatlah bahwa kain yang di situ telah dilipat. Tanda bahwa Yesus telah bangkit. Namun Maria tidak langsung percaya. Dia tinggal di kuburan ketika murid lain pergi. Dia menangis.

Dia mengira Yesus itu dicuri. Ini mengajarkan kita untuk percaya dan peka terhadap perkataan Yesus. Jangan kita mengabaikannya.

Pada akhirnya dia bertemu Yesus dan dia pergi mendapatkan yang lainnya. Dia mengatakan Injil kepada mereka (murid murid). Ini indikator, ga harus orang hebat untuk beritakan Injil. Jadilah saksi Kristus! Jadilah orang yang memberitakan berita kesukaan!

Posted with WordPress for BlackBerry.